Tampilkan postingan dengan label world. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label world. Tampilkan semua postingan

Ditemukan Bukti Asteroid Punahkan Dinosaurus

Kamis, 14 Juli 2011

INILAH.COM, London – Tanduk dari salah satu dinosaurus selamat akhirnya bisa membuktikan kebenaran meteor raksasa menghantam Bumi dan memusnahkan era reptil itu di Bumi.
Fosil tanduk sepanjang 45 cm milik keluarga dinosaurus pemakan tanaman, Triceratop ditemukan di situs geologis yang dikenal sebagai Hell Creek Formation di tenggara Montana, Amerika Serikat (AS), tempat banyak fosil dinosaurus lain ditemukan.
Hal yang membuat temuan ini menarik adalah lokasi ditemukannya, hanya 13 cm di bawah lapisan batu yang menandai Cretaceous-Tertiary atau batas ‘K-T,’ titik catatan fosil tempat dinosaurus mati. Artinya seperti ditulis dailymail, semua jejak dinosaurus yang ada di sekitar waktu itu seharusnya telah hilang.
Ilmuwan yakin, dinosaurus ini menghilang secara tiba-tiba karena bencana global, bukan kepunahan perlahan. Asteroid raksasa menghantam Bumi di pesisir Meksiko pada akhir Periode Krutasius 65 juta tahun silam yang menyebabkan reptil ini punah.
Temuan yang diterbitkan di jurnal Royal Society Biology Letters ini menyatakan, asteroid raksasa memusnahkan hewan ini. “Temuan ini memberi bukti dinosaurus tidak mati secara perlahan sebelum meteor menghantam,” ujar Dr Tyler Lyson dari Yale University.
BACA SELENGKAPNYA - Ditemukan Bukti Asteroid Punahkan Dinosaurus

Waspadai Penumpang Pesawat yang Diare dari Jerman

Selasa, 05 Juli 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kementerian Kesehatan memantau penularan penyakit akibat bakteri "Escherichia coli" (E. coli) yang saat ini melanda beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat.
Siaran pers dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Jakarta, Ahad, menyebutkan Kementerian Kesehatan telah menyampaikan surat edaran berisi permintaan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit akibat E.coli kepada seluruh jajaran kesehatan di tanah air.
"Kalau ada orang yang diare disertai pendarahan setelah bepergian dari Jerman dan kontak dengan penderita segera konsultasi kepada dokter atau petugas kesehatan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama.
Tjandra mengatakan gejala penyakit yang disebabkan oleh E.coli berupa sakit perut seperti kram dan diare yang pada sebagian kasus bahkan dapat berdarah (haemorrhagic colitis) serta demam dan muntah.
"Masa inkubasi penyakit akibat E.coli berkisar antara tiga sampai delapan hari, rata-rata empat hari," katanya.
Sebagian besar pasien, kata dia, dapat sembuh dalam waktu 10 hari tapi pada keadaan khusus seperti yang kini terjadi pada sebagian kasus di Eropa penyakit dapat berlanjut menjadi gawat dan berat, yang disebut dengan HUS.
Penularan bisa dicegah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar dan sebelum makan.
Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan lima kunci untuk keamanan pangan yaitu menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dengan makanan matang, memasak makanan sampai matang, menjaga makanan pada suhu aman dan menggunakan air bersih untuk mencuci bahan pangan.
BACA SELENGKAPNYA - Waspadai Penumpang Pesawat yang Diare dari Jerman

Kerusakan Lubang Ozon Seluas Amerika Utara



REPUBLIKA.CO.ID,CIMAHI - Kerusakan lapisan ozon di Kutub Selatan mencapai seluas 27 juta kilometer persegi. Itu luasnya lebih besar dibandingkan Amerika Utara yang luasnya sekitar 25 juta kilometer persegi. ''Hal ini terjadi karena banyak sekali perilaku hidup manusia yang tanpa disadari menyebabkan kerusakan ozon,'' kata Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Novita Ambarsari, kepada wartawan di sela-sela Sosialisasi Perlindungan Lapisan Ozon di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Senin (4/7).
Lubang ozon di kutub Selatan ini bukan dalam arti lubang yang sebenarnya pada lapisan ozon. Akan tetapi, kata Novita, lubang ozon merupakan penipisan lapisan ozon dengan konsentrasi lebih rendah dari 220 DU. Nilai ini berdasarkan pengamatan ozon di Kutub Selatan yang tidak pernah lebih tinggi dari 220 DU sejak tahun 1979.
Sedangkan, berdasarkan data total ozon hasil pengukuran satelit Nimbus pada Juni 2009, ada kecendrungan penurunan konsentrasi ozon total di Indonesia sebesar 0,29 DU/tahun. Bahan-bahan kimia perusak lapisan ozon ini terutama berasal dari jenis chlorofluorocarbons (CFC) yang digunakan dalam berbagai produk proses seperti lemari es, pendingin udara, dan proses pembuatan busa lembut sebagai cairan pembersih.
"Bahan perusak lapisan ozon banyak digunakan dalam industri alat pemadam kebakaran dan Metil Bromida yang dipakai untuk bahan pestisida,'' kata Novita. ''Pemakaian bahan-bahan ini meningkat dengan cepat sejak tahun 1970-an yang menyebabkan kandungannya di atmosfer juga meningkat."
Dia mengatakan cara mengatasi masalah ini dengan cara mengubah perilaku manusia. Masyarakat harus disadarkan bahwa manusia harus hidup lebih lama dengan suasana nyaman dan aman. Edukasi yang disampaikan itu bisa dalam bentuk cerita dan bukti nyata supaya warga tergerak hatinya untuk hidup dengan cara yang lebih baik.
"Banyak kebiasaan masyarakat yang tdak sesuai dengan pola back to nature seperti menyalanya pesawat TV tanpa ada yang menontonnya. Padahal, energi litrik berasal dari solar. Sedangkan, solar tidak bisa diperbarui dan pembakarannya sendiri menyebabkan kerusakan lapisan ozon," ujarnya.
BACA SELENGKAPNYA - Kerusakan Lubang Ozon Seluas Amerika Utara

 
 
 

follower

Follower